KAJIAN KONSENTRASI SAXITOXIN PADA IKAN KEMBUNG DAN IKAN SELAR PADA PERAIRAN PANTAI ALAM INDAH, TEGAL MENGGUNAKAN RECEPTOR BINDING ASSAY (24dos83)

Sedang Trending 8 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

SANJAYA SALIYO, ALOYSIUS DIMAS (2024) KAJIAN KONSENTRASI SAXITOXIN PADA IKAN KEMBUNG DAN IKAN SELAR PADA PERAIRAN PANTAI ALAM INDAH, TEGAL MENGGUNAKAN RECEPTOR BINDING ASSAY (24dos83). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Abstract

Peningkatan urbanisasi telah menyebabkan pencemaran air dan menjadi
perhatian utama terutama terkait dengan Harmful Algal Blooms (HABs) dalam
ekosistem pesisir. Kejadian HABs sering peningkatan kehadiran beberapa
subspecies alga berbahaya seperti Dinoflagelata penghasil racun saxitoxin (STX).
Studi ini bertujuan mengukur konsentrasi saxitoxin pada ikan kembung dan ikan
selar, identifikasi dan menghitung kelimpahan fitoplankton, dan mengidentifikasi
kista alga berbahaya pada sedimen. Pengambilan sampel air, fitoplankton, dan
sedimen dilakukan pada tanggal 17 November 2023 dengan pengulangan sebanyak
4 kali di Perairan Pantai Alam Indah, Tegal. Ikan kembung dan ikan selar diperoleh
melalui nelayan di pasar ikan terdekat lokasi penelitian. Nutrien nitrat, nitrit, dan
fosfat diukur berdasarkan metode spektrofotometer. Identifikasi dan kelimpahan
fitoplankton dilakukan dengan menggunakan buku identifikasi. Pengukuran
konsentrasi STX pada sampel ikan menggunakan metode Receptor Binding Assay
(RBA). Dalam penelitian ini didapatkan STX ikan kembung dan ikan selar 2,936
µg.100g-1±1,787 dan 9,028 µg.100g-1±3,613. Lebih tingginya STX pada ikan selar
terhadap ikan kembung dikarenakan adanya perbedaan perilaku dan habitatnya,
dimana ikan selar tempat hidupnya di daerah pantai sedang ikan kembung
bermigaris ke lepas pantai yang jauh dari terjadinya HABs. Jenis fitoplankton yang
terdeteksi diatom dan dinoflagellata dengan kelimpahan 4.03% dan 95,97%.
Terdeteksinya Alexandrium sp., di Perairan Pantai Alam Indah, Tegal dikarenakan
suhu air, dan kandungan nutriennya mendukung pertumbuhannya.

Actions (login required)

View Item View Item
Selengkapnya
Sumber Eprints UNDIP
Eprints UNDIP