Inovasi Layanan Pajak Terintegrasi Dan Terdigitalisasi (PAKINTA) Di Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Wahyunisa, Andi (2025) Inovasi Layanan Pajak Terintegrasi Dan Terdigitalisasi (PAKINTA) Di Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANNUDDIN.

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi layanan PAKINTA Di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi PAKINTA Bapenda Kota Makassar belum sepenuhnya memenuhi lima atribut inovasi menurut Everett M. Rogers (2008). Pertama, Keuntungan Relatif (Relative Advantage) inovasi PAKINTA oleh Bapenda Kota Makassar berhasil meningkatakn efisiensi, fleksibilitas, dan kepatuhan wajib pajak dalam layanan pembayaran pajak, dengan menyediakan opsi pembayaran dan pelaporan online yang memudahkan pengguna, dan berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kedua, Kesesuaian (Compatibility) Bapenda Kota Makassar telah berhasil mengembangkan inovasi layanan pajak melalui aplikasi PAKINTA, yang memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dengan pilihan layanan digital, serta menyesuaikan layanan dengan nilai dan norma setempat. Inovasi ini mendukung transparansi, efisiensi, serta kualitas pelayanan, terutama dalam situasi pandemi. Namun, tidak semua jenis pajak yang tersedia bisa digunakan melalui website dan aplikasi ini. Artinya, kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya teratasi oleh inovasi ini. Ketiga, Kerumitan (Complexity) Bapenda Kota Makassar berkomitmen mempermudah masyarakat dalam kepatuhan perpajakan melalui inovasi PAKINTA, aplikasi ini masih menghadapi kendala teknis, terutama dalam hal konektivitas internet dan keterlambatan pembaruan status pembayaran. Bapenda menunjukkan responsivitas dengan menyediakan layanan khusus untuk menangani keluhan, dan menyelesaikan masalah pengguna dalam waktu singkat. Keempat, Kemungkinan Dicoba (Triability) aplikasi PAKINTA dalam pelayanan pajak terbukti meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan, yang pada gilirannya menarik minat masyarakat untuk menggunakannya. Melalui sosialisasi yang efektif di berbagai saluran, aplikasi ini berhasil memperkenalkan dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak secara digital. Akan tetapi, terdapat beberapa pengguna yang langsung menggunakan aplikasi PAKINTA tanpa mengikuti program sosialisasi maupun uji coba yang telah disediakan. Kelima, Kemudahan Diamati (Observability) penerapan aplikasi PAKINTA sudah berhasil memenuhi indikator ini dengan memberikan akses informasi pajak dan proses pembayaran yang lebih efisien bagi pengguna. Namun, masih diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik untuk meningkatkan literasi masyarakat maupun pelatihan tim pengelola, demi mendukung kualitas layanan dan stabilitas teknis aplikasi.

Actions (login required)

View Item View Item
Selengkapnya
Sumber Repository UNHAS
Repository UNHAS