Analisis Strategi Komunikasi Risiko Bencana pada Implementasi Regulasi Pemerintah di Destinasi Wisata (Studi Kasus Desa Wisata Bunga Sidomulyo dalam Program Desa Tangguh Bencana)

Sedang Trending 8 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Salsabila, Laluna and Maulina Pia Wulandari, S.Sos., M.Kom., Ph.D and Reza Safitri, S.Sos., M.Si., Ph.D (2024) Analisis Strategi Komunikasi Risiko Bencana pada Implementasi Regulasi Pemerintah di Destinasi Wisata (Studi Kasus Desa Wisata Bunga Sidomulyo dalam Program Desa Tangguh Bencana). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini didasarkan karena kurangnya kesadaran masyarakat di Desa Padangsambian Kaja bahwa wilayahnya rawan bencana. Seperti halnya di Desa Wisata Bunga Sidomulyo terjadi bencana banjir pada tahun 2021 dengan adanya korban jiwa dan kerugian material serta pada tahun 2023 juga menyebabkan kerugian pada lahan pertanian warga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasikan strategi komunikasi risiko bencana pada Program Desa Tangguh Bencana di Desa Wisata Bunga Sidomulyo dan perubahan perilaku yang terjadi pada masyarakat di Desa Wisata Bunga Sidomulyo setelah adanya strategi komunikasi risiko bencana. Penelitian ini dianalisis menggunakan enam tahapan dari model behavioral change oleh Marcel Balm yaitu receptiveness, understanding, wanting to, being able to, doing, dan persevering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pola adaptasi masyarakat di Desa Wisata Bunga Sidomulyo pada saat terjadi bencana. Bahwa masyarakat di Desa Wisata Bunga Sidomulyo mampu melakukan perubahan perilaku yang lebih baik agar terhindar dari ancaman risiko bencana dengan menerima dan merespons dengan baik adanya Program Desa Tangguh Bencana; cukup memahami bahwa Program Desa Tangguh Bencana sebagai bentuk penanggulangan bencana; belum adanya keinginan untuk berpartisipasi atau bergabung dalam Program Desa Tangguh Bencana namun mengikuti kegiatan untuk pengurangan risiko bencana karena adanya kesibukan dari masingmasing masyarakat; mampu meningkatkan kemampuannya melalui inisiatif mencari informasi terkait risiko bencana dan melakukan kerja bakti ketika sudah memasuki musim hujan; melakukan kerja bakti seperti normalisasi sungai setiap 3 bulan sekali; serta konsisten dalam melakukan kegiatan kerja bakti sebagai bentuk melakukan pengurangan risiko bencana.

English Abstract

This research is based on the lack of awareness among the residents of Padangsambian Kaja Village that their area is prone to disasters. Similarly, in Sidomulyo Flower Tourism Village, a flood disaster occurred in 2021, resulting in casualties and material losses, and in 2023 also caused damage to residents' agricultural land. The research method used is a case study with a qualitative approach. This study aims to analyze and interpret disaster risk communication strategies in the Disaster Resilient Village Program in Sidomulyo Flower Tourism Village and the behavioral changes that occurred among the residents after the implementation of the disaster risk communication strategy. This study was analyzed using the six stages of behavioral change model by Marcel Balm's, namely receptiveness, understanding, wanting to, being able to, doing, and persevering. The results of this research show that there is an adaptation pattern among the residents of Sidomulyo Flower Tourism Village during disasters. The residents of Sidomulyo Flower Tourism Village are able to make better behavioral changes to avoid disaster risks by accepting and responding well to the Disaster Resilient Village Program; adequately understanding the Disaster Resilient Village Program as a form of disaster mitigation; not yet having the desire to participate or join the Disaster Resilient Village Program but following activities to reduce disaster risks due to their busy schedules; being able to enhance their capabilities through initiatives to seek information related to disaster risks and conducting community service activities when the rainy season begins; conducting community service activities such as river normalization every three months; and consistently engaging in community service activities as a form of disaster risk reduction.

[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Laluna Salsabila.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item
Selengkapnya
Sumber Repository UB
Repository UB